Bounjor


Friday, February 22, 2013

♡ Thinking GLOBAL, but Acting LOCAL!!

Posted by Unknown at 6:50 PM

230213
 Thinking global, but acting local!!!
 yyup!! AKU  sebagai siswi Muallimaat Muhammadiyah Ygk, yaitu sekolah boarding School, letaknya di tengah kota Yogyakarta,
deket malioboro tentunya. Siswi-siswinya perempuan semua, tapi kita nggak pernah bosen kok. Sekarang, AKU tinggal di asrama Siti Aisyah, asrama yang terdiri dari 4 angkatan, angkatan kelas 7,8,9,10,11?? Waw!!!bayangkan kelas 9 yang mau menghadapi UN, mau tidak mau harus dicampur dengan kami (angkatan kelas 2 ). Adik kelas yang sedikit nakal,wkwkwk.Kami harus bisa menyesuaikan diri, menempatkan kapan saat kita ramai dan diem, supaya kakak kakak kami tidak terganggu belajarnya. Yaa..pokoknya kita udah mencoba dan mencoba.
Balik ke topic lagi, “ Thinking global, but Acting Local “ maksudnya adalah AKU harus bisa tetap melihat realita di sini ( Muallimaat ), tapi AKU juga harus bisa berfikir mendunia ( global ). Tidak seperti kuda yang selalu memakai kaca mata, yang hanya bisa melihat ke depan, tanpa melihat ke arah samping, kanan, kiri.Berfikir tidak hanya terpaku dengan keadaan yang ada di sini, jika kita mau sukses, kita harus berfikir dan berusah lebih. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan, kalo kami jauh lebih cerdas dari pada SMP negri. Kami mempunyai kualitas yang sama, otak secerdas mereka bahkan bisa lebih. Satu kelebihan yang kita miliki dan tidak dimiliki mereka yang bersekolah di SMP Negri. Yaitu KEMANDIRIAN. Pepatah mengatakan “ Barang siapa merantau maka ia akan sukses “ amiiinn..amiinn..amminn “ Dengan merantau jauh dari rumah dan orang tua dapat membentuk kita menjadi orang yang mandiri,  ( INGAT!! Mandiri bukan sendiri,lho ) Karena mau tidak mau keadaan memaksa kita untuk melakukan sesuatu itu dengan mandiri. Nah, dengan mandiri, kita bisa menjadi orang yang kuat. Dan pastilah kita bisa membanggakan orang tua. ( itu tujuan kita, kan? )
Tapi,  ada yang salah mengartikan, mereka mengartikan jauh dari ortu bebas, padahal sebenarnya tidak. Mereka merasa lepas pengawasan. Lalu, mereka melakukan sesuatu yang tidak selayaknya dilakukan. Bagaimana ya kawan?? Coba pikir? Tujuan kita disini adalah menuntut ilmu dan mencari pengalaman baru. Kita diamanahkan oleh ortu kita untuk melakukan semua itu, tapi apa jadi mereka yang bertingkah tidak selayaknya itu? Membuat ortu mereka kecewa, ortu kita mengaharapkan anaknya menjadi anak yang cerdas,berilmu, dan tentunya berakhlak mulia.tapi, mereka memupuskan harapan ortu mereka. Naudzubillah….
Realita di Muallimaat adalah lomba-lomba dibatesin, sebenernya banyak lomba-lomba diadakan oleh lembaga-lembaga. Tapi sama ustadzah kami, di saring-saring dan batesin. Itulah yang membuat kami tidak nyaman. Than, pelajaran yang banyak sekali ( membuat kita tidak focus ) membuat otak kita menguap, memori kita tidak muat untuk mengingat semua itu,ckckck. Than, kegiatan yang sangat padat, yang mungkin tidak bisa dirasakan oleh anak lainnya. Kami mendapat banyak nilai-nilai positif , yaitu, kepemimpinan, keteladanan, solidaritas dan kedisplinan. Subhanallah..Oiiyaa, disini pertemanan  sangat hangat terasa,lho. Gimana enggak? Apa-apa sama temen, kalo kita sakit siapa yang pertama kali tau? Teman kita bukan? Hehe. Pokoknya semua yang ada di sini melatih kita untuk berfikir DEWASA.
But, kita tidak seharusnya sudah puas dengan keadaan di sini, yahh..bersyukur sih boleh. Kita harus berfikir lebih-lebih dan lebih. Mendunia gitu bahasanya :)
Sekian..Terima kasih

0 comments:

Post a Comment

 

Salsabila Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos