230213
Thinking global, but acting local!!!
yyup!! AKU sebagai
siswi Muallimaat Muhammadiyah Ygk, yaitu sekolah boarding School, letaknya di
tengah kota Yogyakarta,
deket malioboro tentunya. Siswi-siswinya perempuan
semua, tapi kita nggak pernah bosen kok. Sekarang, AKU tinggal di asrama Siti
Aisyah, asrama yang terdiri dari 4 angkatan, angkatan kelas 7,8,9,10,11?? Waw!!!bayangkan
kelas 9 yang mau menghadapi UN, mau tidak mau harus dicampur dengan kami
(angkatan kelas 2 ). Adik kelas yang sedikit nakal,wkwkwk.Kami harus bisa menyesuaikan
diri, menempatkan kapan saat kita ramai dan diem, supaya kakak kakak kami tidak
terganggu belajarnya. Yaa..pokoknya kita udah mencoba dan mencoba.
Balik ke topic lagi, “ Thinking global, but Acting
Local “ maksudnya adalah AKU harus bisa tetap melihat realita di sini (
Muallimaat ), tapi AKU juga harus bisa berfikir mendunia ( global ). Tidak
seperti kuda yang selalu memakai kaca mata, yang hanya bisa melihat ke depan,
tanpa melihat ke arah samping, kanan, kiri.Berfikir tidak hanya terpaku dengan
keadaan yang ada di sini, jika kita mau sukses, kita harus berfikir dan berusah
lebih. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan, kalo kami jauh lebih cerdas
dari pada SMP negri. Kami mempunyai kualitas yang sama, otak secerdas mereka
bahkan bisa lebih. Satu kelebihan yang kita miliki dan tidak dimiliki mereka
yang bersekolah di SMP Negri. Yaitu KEMANDIRIAN. Pepatah mengatakan “ Barang
siapa merantau maka ia akan sukses “ amiiinn..amiinn..amminn “ Dengan merantau
jauh dari rumah dan orang tua dapat membentuk kita menjadi orang yang mandiri, ( INGAT!! Mandiri bukan sendiri,lho ) Karena
mau tidak mau keadaan memaksa kita untuk melakukan sesuatu itu dengan mandiri. Nah,
dengan mandiri, kita bisa menjadi orang yang kuat. Dan pastilah kita bisa
membanggakan orang tua. ( itu tujuan kita, kan? )
Tapi, ada yang
salah mengartikan, mereka mengartikan jauh dari ortu bebas, padahal sebenarnya
tidak. Mereka merasa lepas pengawasan. Lalu, mereka melakukan sesuatu yang
tidak selayaknya dilakukan. Bagaimana ya kawan?? Coba pikir? Tujuan kita disini
adalah menuntut ilmu dan mencari pengalaman baru. Kita diamanahkan oleh ortu
kita untuk melakukan semua itu, tapi apa jadi mereka yang bertingkah tidak
selayaknya itu? Membuat ortu mereka kecewa, ortu kita mengaharapkan anaknya
menjadi anak yang cerdas,berilmu, dan tentunya berakhlak mulia.tapi, mereka
memupuskan harapan ortu mereka. Naudzubillah….
Realita di Muallimaat adalah lomba-lomba dibatesin,
sebenernya banyak lomba-lomba diadakan oleh lembaga-lembaga. Tapi sama ustadzah
kami, di saring-saring dan batesin. Itulah yang membuat kami tidak nyaman.
Than, pelajaran yang banyak sekali ( membuat kita tidak focus ) membuat otak
kita menguap, memori kita tidak muat untuk mengingat semua itu,ckckck. Than,
kegiatan yang sangat padat, yang mungkin tidak bisa dirasakan oleh anak
lainnya. Kami mendapat banyak nilai-nilai positif , yaitu, kepemimpinan,
keteladanan, solidaritas dan kedisplinan. Subhanallah..Oiiyaa, disini
pertemanan sangat hangat terasa,lho.
Gimana enggak? Apa-apa sama temen, kalo kita sakit siapa yang pertama kali tau?
Teman kita bukan? Hehe. Pokoknya semua yang ada di sini melatih kita untuk berfikir
DEWASA.
But, kita tidak seharusnya sudah puas dengan keadaan di
sini, yahh..bersyukur sih boleh. Kita harus berfikir lebih-lebih dan lebih.
Mendunia gitu bahasanya :)
Sekian..Terima kasih

0 comments:
Post a Comment