-->
1: Berdebat
mempertahankan egoPerbedaan pendapat itu sah-sah saja.
Masing-masing memiliki hak untuk memberikan argumen untuk
mempertahankan pendapatnya. Namun, terkadang banyak pasangan yang
terus berdebat lantaran masing-masing ingin memenangkan
“pertarungan”.
Ada yang ngotot agar
pasangannya 100 persen setuju dengan argumennya. Ada yang sudah
menyadari argumen pasangannya yang benar, tapi tetap bertahan pada
ego lantaran tak ingin terlihat kalah di hadapan pasangan.
Hentikan kebiasaan ini. Coba
kendalikan ego saat berdiskusi dengan pasangan. Jangan sampai Anda
selalu menempatkan pasangan sebagai musuh yang harus selalu tunduk
pada argumen Anda. Kedepankan logika berpikir demi hubungan harmonis
dan mencegah pertikaian panjang.
2: BerasumsiJangan-jangan
dia begini, jangan-jangan dia begitu, atau pasti dia seperti ini, …
Kalimat-kalimat seperti ini biasanya mudah tersulut saat ketakutan
dan kecemasan merayapi diri. Tuduhan begitu mudah muncul dan
menempatkan diri sebagai korban kebohongan, tanpa ada komunikasi yang
baik dengan pasangan.
Jangan biasakan menuruti bayangan atau
merasa memiliki firasat sebelum Anda mengomunikasikan persoalan
dengan pasangan. Kedepankan komunikasi dalam hubungan. Bicarakan
semua masalah. Diam dan berasumsi justru akan menyulut pertikaian
yang berpotensi merusak keharmonisan hubungan.
3: Mengejar jaminan
perasaanTak
hanya dihujani kalimat mesra, wanita juga sangat senang jika
pasangannya mengulang-ulang komitmennya terhadap hubungan. Dan,
wanita cenderung suka membahas topik yang sama, terutama ketika pria
sempat melakukan kesalahan atau selingkuh.
Membahas suatu masalah atau
menanyakan perasaan pasangan memang penting, tapi ada batasnya.
Jangan sampai usaha membuat nyaman perasaan justru membuat pasangan
merasa tidak dipercaya. Ingat karakter pria, semakin didesak, ia
justru semakin menghindar.
4:
Memeriksa ponselnyaMelihat
ponsel pasangan tergeletak mungkin sangat menggoda. Apakah pasangan
masih berhubungan dengan mantan? Apakah pasangan melakukan
kebohongan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang biasanya menggerakkan
tangan kita untuk memeriksa pesan-pesan singkat dan email
pasangan diam-diam.
Terlepas rasa penasaran yang
menggelora, ini sebenarnya justru mengindikasikan kita tak percaya
dengan pasangan. Hati-hati, memeriksa hal-hal pribadi pasangan justru
bisa memicu pertikaian serius yang dapat menghancurkan hubungan. Jika
memang ingin membacanya, lakukan saat sedang berdua pasangan, bukan
diam-diam.
5: Membahas
hal penting lewat layanan elektronikBiasakan
membahas masalah serius dengan komunikasi langsung atau tatap muka.
Meski sejumlah layanan chat
menyediakan emoticon
beragam, itu bisa menimbulkan salah persepsi yang memicu pertikaian
panjang. Bagaimanapun kontak mata, bahasa tubuh, dan nada bicara
menjadi elemen penting dalam sebuah pembahasan serius.
Sunday, April 14, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment