Bounjor


Thursday, February 21, 2013

♡ DEG DEG

Posted by Unknown at 11:57 PM

Heeii kawan :)
Aku mau share sedikit tentang my experience,

Tepatnya tanggal 14 bulan kedua tahun 2013, aku ditunjuk pidato yang mewakili asrama. Padahal aku tahu, aku nggak jago pidato, tapi kenapa aku ditunjuk. Jadi itu lomba pidato 3 bahasa, bahasa inggris, bahasa arab, dan bahasa JAWA. Kuperkenalkan, temanku bernama Rsti Zahroh yang jago pidato bahasa inggris tentunya akan membawakan pidato bahasa iggris, temanku yang bernama Firda Salsabila yang Subhanallah sangat sangat dan sangat jago dalam hal berpidato bahasa arab, faseehh gitu.. :D Lha aku?? Aku ditunjuk jadi pidato bahasa jawa. Ya emang sih aku dari Magelang, tapi aku sama keluargaku enggak dibiasakan berbahasa jawa sejak kecil. So, ya aku nggak bisa.
Hmm..tapi apa daya?? Aku ditunjuk , jadi aku harus memberikan yang terbaik. Kami ( aku, risti, firda ) berlatih dengan serius yang dibimbing oleh kak Nadya Haira ( yup, itulah kakak kelasku, kelas 2 SMA IPS) sama mb Linta ( itu juga kakak kelasku yang duduk di bangku kelas 1 SMA ). Hampie tiap malam kita latihan, padahal hari esok, ulangan dan pr menumpuk, tapi untungnya kita bisa membagi-bagi waktu.
Hingga saatnya tibaa!!! Hari kamis, 140213 hari itu datang. Kami setelah pulang sekolah sekitar jam 14.15 langsung bergegas pulang ke asrama untuk prepare. Kami pun segera ganti baju, yahh.. tentunya baju untuk pidato. Risti cantik banget , dandanannya seperti orang Belanda. Firda juga nggak kalah cantik, dandanannya syar’I dan kayak orang arab. Aku?? Pake kebaya warna merah plus jaritnya…ckckckck Nan udahkan, habis itu kami berangkat ke madrasah untuk lomba. Dan tau apa yang aku rasakan?? Deg-degan mules campur aduk. Aku pun disana bertemu teman-teman seangkatan tapi beda asrama, yah.. walaupun begitu kami saling mendoakan.
Nah,, penampilan berikutnya dari asrama SITI AISYAH .. waaawww!!! Kami pun segera maju ke panggung dengan pasrah, pokoknya kita sudah berlatih dengan maksimal, dan hasilnya kita pasrahkan kepada Allah. Nanannanannana singkat cerita, kmai turun dari panggung. Aku agak sedikit sedih soalnya aku tadi ada yang lupa, hhmm..teman-teman pun menghibur.Aku takut tidak bisa membanggakan asrama, aku takut mengecewakan.
Waktu menunjukkan pukul 17.30!!! Padahal, jam segitu harusnya aku sudah berangkat untuk SIDANG PLENO. Alhasil, apa yang terjadi?? Aku pun langsung pulang ke asrama, tanpa mandi langsung ke madrasah lagi. ( Tapi sudah cuci muka dan sikat gigi J )
Sampai madrasah, aku dan teman-temanku yang lain sudah berkumpul acara pun segera dibuka. Llau, kita shalt maghrib berjamaah, lalu makan , lalu shlat isya’ berjamaah lagi.
Setelah shalat isya’., Sidang pun dimulai, kami semua merasakan deg-degan yang luar biasa.
Pertama, pertanggungjawaban  OSO 
Kedua, pertanggungjawaban per DEVISI
Dan yang  terakhir pertanggunngjawaban PRIBADI, nah, inilah yang paling kita takutkan..
Jeng jeng jeng jeng!!!Sidang dimulai
“ bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla…. “
Kami pun sudah selesai, hamper semua temanku menangis termasuk aku. Kami merasa banyak kekurangan dan belum mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Ynag kami rasakan adalah sedih. Tapi. Mbak Mbak IPM menghibur kita. Membangkitkan semangat kita tentunya. Oiyya, kami selesai siding pleno itu sekitar jam 01.30-an. Badanku terasa amat lelah dan capek. Tapi tetap kunikmati, karena moment sepeti ini nggak tentu terjadi setiap tahunnya, hehe. Aku beruntung J
Kami pun segera tidur, dengan mata masih sembab. Paginya.. jam setengah enam kita pulang ke asrama. Aku langsung tepar…… tidur deh.
Nah, itu ceritaku. Aku Cuma pingin berbagi pengalaman kok. Bagiku hari itu sangat berharga. Aku merasakan sesuatu yang belum pernah akau rasakan. Oh ya, aku juga ingin sedikit menyampaikna. The experience is the best teacher n Kesabaran pasti akan membuahkan hasil.
 TETAP SEMANGAT!!!!! :)

0 comments:

Post a Comment

 

Salsabila Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos