SHALAT?
RITUAL??
Shalat adalah perbuatan serta
perkataan yang diawali dengan takbir( allahuakbar ) dan diakhiri dengans alam
(assalamu’alaikumwr.wb ), tentunya hanya untuk Allah semata. Shalat adalah
pertemuan dengan Sang Pujaan , dengan pujian dan sanjungan penuh kegembiraan,
dan di akhir setiap pertemuan, dia akan meninggalkan-Nya dengan salam yang
dipenuhi dengan kesedihan dan kerinduan untuk segera bertemu kembali. RUKUN
ISLAM :
1. Mengucap dua
kalimat syahadat
2. Sembahyang
lima waktu
3. Berpuasa sebulan
dalam bulan Ramadhan
4. Menunaikan
haji keBaitullah (Mekah)
5. Menunaikan
zakat
Waaww!!
Shalat menduduki peringkat ke dua dalam
rukun islam, ya..insyaallah semua orang muslim sudah ,menegakkan yang pertama,
tapi, apakah sudah untuk yang kedua??
Mungkin sudah tapi hanya sekedar melaksanakan,, Tapii…
REMEMBER!
Sering bukan mendengar
ungkapansepertiini“ Shalat adalah tiang agama “ Maksudnya shalat adalah
penyangga agama islam, barang siapa yang tidak melaksanakan shalat berarti
merobohkan agamanya sendiri. Shalatmerupakamalan yang pertama kali ditanyai
malaikat di akhiratkelak.
Dalam hadits :
“yang
pertama kali dihisab (amalan) seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya” Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tarmidzi,
An-Nasa’I, Ibnu Majah dan Thabrani.
Saat kita dimintai
pertanggungjawaban sebagai khalifah di muka bumi ini.Barang siapa tidak
melaksanakannya maka akan mengendap di neraka Selama 8tahun, BAYANGKAN!! 8
tahun adalah waktu yang lama.Lamanya di nerakadan di dunia jauh berbeda kawan…jauhjauh
dan jauh berbeda, tentunya waktu di neraka lebih lama berlalu daripada di
dunia. Dan juga, Selama di akhirat akan selalu disiksa, dan jika dosanya sudah
bersih baru dimasukkan kedalam surga. Ibarat baju yang kotor harus dibersihkan
dengan cara di gosok, diperes, dijemur, disetrika, baru deh dimasukin almari
lagi.Naudzubillah..
Nah, setelah kita benar- benar tau
apa saja yang harus dilakukan, syarat, kita dapat menegakkan shalat sesuai
tuntunan Alqur’an dan sunnah REMEMBER!! MENEGAKKAN!!! Bukan MELAKSANAKAN lo
ya..
Tunggu-
tunggu !!!! agama islam ini bukan hanya simbolis saja. Bukan hanya
pengakuan dan syiar- syiar( dakwah-dakwah yang disebarluaskan ) melainkan
keihklasan dan ketulusan kepada Allah SWT. Percuma jika kita agama islam tapi
hati dan pikiran kita tidak Islam, karena islam itu TOTAL!!Tapi, keikhlasan
yang mendorong dilakukannya amalsaleh yang tercermin di dalam perilak uuntuk
memperbaiki dan meningkatkan kehidupan umat manusia dimuka bumi. iyakan???
Agama Islam juga bukan sekedar
aturan-aturan SAKRAL yang terbagi-bagi dan lepas satu sama lainsehingga manusia
dapat menunaikan dan meninggalkan apa yang dikehendakinya. Tetapi , agama Islam
adalah agama yang saling melengkapi, yang berinteraksi antara ibadah dan
syiar-syiarnya, dengan tugas individu dan sosialnya.Jadi, bukan islam KTP.
Ini sama dengan manusia di jaman
sekarang shalat hanya mainan, shalat jika hanya ingin saja, jika tidak maka
ditinggalkannya shalat, shalat karena riya’, dan shalat dijadkan sebagai ritual
belaka.
Nah,
dalam kita menegakkan sholat, sebagian
manusia menegakkan shalat hanya sekedar menunaikan gerakan-gerakan sholat dan
mengucapkandoa-doanya, tetapi hati kita tidak sholat, dan tidak hidup
dengannya. Ruh-ruh kita tidak menghadirkan hakikat sholat, dan hakikat bacaan,
doa-doa dan dzikir-dzikirdidalamsholat.Nadzubillah..Percumasaja, kita shalat
jika hanya sekedar-sekedar, padahal kita tahu rukun, syarat-syarat, dan dasar
hukumnya.
Di sekolah pun kita telah
mempelajarinya sejak TK. Nah, untuk apa orang tua kita menyekolahkan
mahal-mahal jikai lmunya tidak diterapkan ?? SAMA SAJA!!Bukan begitu??So, kita
harus menerapkan ilmu itu dalam shalat, serta dengan hati.Tidak
setengah-setengah.
Ritual sholat adalah menghina
Allah, karena Allah yg sesungguhnya tidak tergila-gila pada masalah
penyembahan. Ritual sholat adalah sama dengan menganggap Allah itu sosok
pribadi yang idiot, girang banget kalau
disembah-sembah, sehingga tidak peduli pada keadilan dan kebenaran.Kawan, Penyembahan
hanyalah efek samping dari ketundukan, dan bukanlah sesuatu yang diutamakan.
Allah tidak pernah menjanjikan pahala bagi orang yang menyembah-nyembahdiriNya
lo..justru SETANlah yang menjanjikan pahala bagi orang yang bersedia
nyembah-nyembah dirinya.
Saya mempunyai contoh
REAL nya bahwa shalat hanya untuk asal-asalan dan pura-pura tidak
tau aturannya: “Tadi siang, aku
melupakan sesuatu,yang benar- benar penting. Ehh..ketika aku shalat tiba-tiba
aku baru mengingatnya “ Nah, berarti orang tersebut dalam shalatnya maybe
kurang khusyu’ dan terus mencoba agar diaingat. Sehingga ingatan itu muncul
ketika shalat.
Sebenarnya, di jaman sekarang nggak
di kalangan anak-anak, remaja, dewasa, tua, lansia telah terserang“ SHALAT
hanya sebagai SIMBOL “ bahkan ada juga yang shalat hanya sekedar riya’. Sebagaimana
Allah memperingatkan :dalam surat Alma’un bahwa orang-orang yang celaka adalah
orang yang lalaiakan shalatnya serta riya’ dalam menjalankannya..
Dan ada juga dalam hadist Qudsi :
“Sesunggunya
Aku (Allah Subhanahu wa Ta’ala) hanya akan menerima shalat dari orang yang
dengan shalatnya itu dia merendahkan diri di hadapan-Ku. Dia tidak sombong
dengan mahkluk-Ku yang lain……..”
kawan, jangan sampai kita termasuk orang-orang
seperti itu,,,karena mereka sholat karena riya’ terhadap manusia bukan ikhlas
karena ALLAH! Karena itu mereka melalaikan sholat, meskipun mereka
mengerjakannya mereka lalai dari sholat, dan tidak menegakkannya, padahal yang
dituntut adalah menegakkansholat, bukan sekedar mengerjakannya.
Ya, sementara orang-orang
membanggakan diri dengan mengatakan, "Aku mendirikan shalat."
Tapi,dengan rendah hati mengatakan, "Aku mencintai shalat dan shalat
adalah cahaya mata hatiku." Sungguh sebuah kondisi yang sangat jauh
berbeda.”
NOW,
saat kita sholat, hindarkan
pikiran-pikiran yang mengganggukita, jangan sampai ketika holat malah teringat
yang lain.. teringatmakanlah.. utanglah.. bahkan naudzubillahnya malah
teringatkekasih yang belum halal.. Astaghfirullah.. cukuplah ALLAH yang kita
ingat.Karena langkah awal supaya kita
dapat mendirikan shalat adalah khusyu’ tapi bukan shalat yang tidak ingat apa
pun. Karena orang yang tidak ingat apa pun itu disebut pingsan.Seperti kisah
Deliasa, gadis berumur 6 tahun yang
dengan khusyu’nya shalat, hingga tidak
mebghiraukan ada goncangan kebat dai laut. Subhanallah..patut sekali dicontoh..
Dan bukankah Allah telah memberikan info kepada kita dalam
firmannya :
“Dan
mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat, dan (shalat) itu
sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” Albaqarah:45.
Dalam ayat tersebut jelas bahwa mendirikan shalat itu sangat
berat kecuali bagi orang-orang yang
khusyu’. Juga dalam :
Sesungguhnya
beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yailg khusyu' dalam shalatnya."
(al-Mu'minuun: 1-2)
Lalu,
Apakah tips-tips khusyu’ itu??
Pertama,
Hadirkan hati kita baik sebelum wudhlu untuk shalat maupun ketika kita sedang
shalat. Yakini dalam hati, bahwa kita shalat berarti kita sedang berhadapan
langsung dan berkomunikasi dengan Allah. Allah Swt berfirman, "Dirikanlah
salat untuk mengingat-Ku." (Qs. Thaha [20]:14)
Kedua,
Perlama waktu sujud kita, Mengapa? Karena saat sujud jarak kita terhadap Allah
lebih dekat
“Sujudnya panjang, terutama ketika sholat
sendiri dimalam hari, terkadang sampai kakinya bengkak tapi bukannya
berlebihan, karena ingin memberikan yang terbaik sebagai rasa syukur terhadap
Tuhannya “
Ketiga,
Dzahirkan bacaan shalat kita. (keraskan )Walaupun ketika sedang shalat dzuhur
atau ashar, setidaknya bacaan kita, terdengar oleh telinga kita sendiri.
Keempat,
Sugesti diri kita bahwa kiamat akan segera terjadi, jadi jika kiamat segera
terjadi hanya satu kesempatan dalam shalat ini kita dapat menyembahnya, memohon
pertolongan serta perlindungan. Dan merupakan persembahan terakhir dari kita
untuk Allah.Sehingga dalam shalat kita kita dapat benar-benar tunduk.
Kelima,
Hati kita harus diikutkan dalam shalat
Jika kita sudah bias khusyu’ dalam shalat kita, kita akan
menjadi orang yang sabar, terhindar dari stressnya dunia, dan tercegah dari
perbuatan keji, tujuan kita tercapai yaitu shalat untuk mengingat Allah. Nah,
sekarang jangan jadikan shalat hanya sekedar kebudayaan, rutinitas, atau ritual
peribadatan saja. Orang yang shalatnya sudah benar saja, belum tentu diterima
dan syah di mata Allah? Bagaimana orang yang menganggap shalat hanya
asal-asalan?? Jadikan shalat sebagai
wujud penyembahan, penghambaan, kecintaan dan PENDEKATAN diri kepada Allah SWT.
Bukan shalat yang hanya menjadi penggugur kewajiban,atau karena malaksanakannya
dibarengi dengan rasa riya’ . Jika hai itu terjadi, hasilnya akan SIA-SIA
karena Allah itu maha ADIL, memberi
pahala dangan ganjaran setiap umat, atasapa yang dipersempahkannya. ( WHAT YOU
GIVE Is WHAT YOU GET ) Insyaalllah jika niatnya baik, hasilnya pun akan baik,
tapi jika niatnya saja sudah riya’ maka niscaya Allah akan mengazabnya.
Naudzubillah…
Kita perlu memperhatikan kualitas
dari ibadah sholat kita karena sholat itu menjadi standar ukuran dalam menilai
amal perbuatan manusia seperti yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan
oleh al-Thabrani
“ maka jika sholatnya baik maka baiklah semua amalnya. Namun jika
sholatnya rusak maka rusaklah semua amalnya.”
Ayyokk!!!
Mari kita bersama-sama memperbaiki
,membenahi shalat kita secara perlahan.. Dimana moment itu sangat berharga .
Kita sedang berbicara langsung dengan Allah SWT, sesungguhnya kita sedang
menghadap Sang Pencipta, dan perlu kita sadari juga bahwa Sang Pencipta
senantiasa memperhatika kita. Kalau kita sudah mampu melaksanakannya ,shalat
yang kita lakukan tidak akan sia-sia dan tentunya diterima sebagai ibadah kita.
Serta shalat kita akan lebih bermakna dan penuh dengan hikmah. J
@Thank’s


0 comments:
Post a Comment