Barang
bawaan yang cukup banyak dengan bobot yang cukup berat, memang paling enak
dibawa dengan tas ransel. Namun, ada yang harus diperhatikan dalam membawa beban
di punggung dg tas ransel ini.
Beban yang disandang punggung pada saat menggunakan ransel sebaiknya tidaklah melebihi 10% dari bobot tubuh pengguna. Mengapa? Ini berhubungan dengan efeknya pada punggung. Sebuah penelitian di Spanyol menunjukkan bahwa ransel yang dibebani terlalu berat bisa menjadi biang dari sakit punggung yang parah. Tentu aja bukan barang bawaan yang menjadi masalah, tapi beban yang dihasilkan.
Kesimpulan itu, berdasarkan penelitian terhadap 1.403 anak sekolah di Rumah Sakit da Costa di Burela dan Universitas Hospital Son Dureta di Palma. Peneliti mengukur beban tas anak - anak yang sedikitnya menderita sakit punggung 15 hari dalam setahun. Berdasarkan beban tasnya, anak - anak ini dibagi dalam empat kelompok. Dan hasilnya anak - anak yang membawa beban lebih dari 10% berat tubuh jumlahnya mencapai dua pertiga dari keseluruhan. Berat beban yang dibawa dalam ransel mereka ini kemudian dianalisa berkaitan dengan sakit punggung yang diderita.
Kelompok anak - anak dengan beban tas paling berat berkemungkinan 50% lebih besar menderita sakit punggung dibanding kelompok anak - anak dengan beban tas paling ringan. Dan, yang perlu diperhatikan pula, laporan dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa perempuan cenderung lebih banyak mengalami masalah sakit punggung ini. Masalahnya meningkat seiring bertambahnya usia mereka.hii nggak mau...
Penelitian itu, tentu juga dalam hal penerapannya untuk kalangan remaja dan dewasa. Tetapi anak - anak adalah hal awal mula. Kalo dari awal menerapkan hal berat beban, tentu akan mempengaruhi pertumbuhan selanjutnya kan???
Mulai sekarang,, ukurlah beban dalam tas ransel kamu!!
Beban yang disandang punggung pada saat menggunakan ransel sebaiknya tidaklah melebihi 10% dari bobot tubuh pengguna. Mengapa? Ini berhubungan dengan efeknya pada punggung. Sebuah penelitian di Spanyol menunjukkan bahwa ransel yang dibebani terlalu berat bisa menjadi biang dari sakit punggung yang parah. Tentu aja bukan barang bawaan yang menjadi masalah, tapi beban yang dihasilkan.
Kesimpulan itu, berdasarkan penelitian terhadap 1.403 anak sekolah di Rumah Sakit da Costa di Burela dan Universitas Hospital Son Dureta di Palma. Peneliti mengukur beban tas anak - anak yang sedikitnya menderita sakit punggung 15 hari dalam setahun. Berdasarkan beban tasnya, anak - anak ini dibagi dalam empat kelompok. Dan hasilnya anak - anak yang membawa beban lebih dari 10% berat tubuh jumlahnya mencapai dua pertiga dari keseluruhan. Berat beban yang dibawa dalam ransel mereka ini kemudian dianalisa berkaitan dengan sakit punggung yang diderita.
Kelompok anak - anak dengan beban tas paling berat berkemungkinan 50% lebih besar menderita sakit punggung dibanding kelompok anak - anak dengan beban tas paling ringan. Dan, yang perlu diperhatikan pula, laporan dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa perempuan cenderung lebih banyak mengalami masalah sakit punggung ini. Masalahnya meningkat seiring bertambahnya usia mereka.hii nggak mau...
Penelitian itu, tentu juga dalam hal penerapannya untuk kalangan remaja dan dewasa. Tetapi anak - anak adalah hal awal mula. Kalo dari awal menerapkan hal berat beban, tentu akan mempengaruhi pertumbuhan selanjutnya kan???
Mulai sekarang,, ukurlah beban dalam tas ransel kamu!!
Dan
rasanya nggak perlu kita
membawa peralatan kegiatan alam bebas yang tidak diperlukan, kayak Televisi,
Kulkas, Ranjang dll yang akan memberatkan. makassiihh. :)

0 comments:
Post a Comment