Bounjor


Thursday, May 9, 2013

♡ HOMESCHOOLING

Posted by Unknown at 9:04 AM


Apakah itu HomeSchooling ???

Di Indonesia homeschooling sudah ada sejak lama. Sedangkan pengertian Homeschooling (HS) sendiri adalah model alternatif belajar selain di sekolah. Tak ada sebuah definisi tunggal mengenai homeschooling. Selain homeschooling, ada istilah “home education”, atau “home-based learning” yang digunakan untuk maksud yang kurang lebih sama.  Namun sebenarnya Homeschooling adalah sebuah system pendidikan atau pembelajaran yang diselenggarakan dirumah yang menempatkan anak-anak sebagai subjek dengan pendekatan secara "at home"  Dengan pendekatan "at home" inilah anak-anak merasa nyaman belajar karena merka dapat belajar apapun sesuai dengan keinginannya. 

Apakah Homeschooling itu elegal???

Kebanyakan dari orang tua sangat meragukan legalitas HomeSchooling. Mereka sangat takut bila ijazah dari HomeSchooling tidak sah dimata hukum dan sekolah-sekolah pada umumnya. Namun sekarang sudah ada Undang-undang yang dibuat pemerintah untuk memberikan legalitas bagi HomeSchooling.  Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan  Nasional mengakomodasi homeschooling sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Dalam pelaksanannya, Homeschooling berada di bawah naungan Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Kementerian Pendidikan Nasional. Jadi untuk para orangtua jangan takut atau ragu lagi untuk percaya kepada legalitas HomeSchooling 

 Siswa yang memilih pendidikan melalui HomeSchooling akan memperoleh ijazah kesetaraan yang dikelaurkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, yaitu :
a. Paket A setara SD
b. Paket B setara SMP
c. Paket C setara SMU

Ijazah ini dapat digunakan untuk meneruskan pendidikan ke sekolah formal yang lebih tinggi bahkan ke luar negeri sekalipun.

Keberadaan HomeSchooling Indonesia telah diatur dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 ayat (10) yang berbunyi:


“Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri”



Jadi untuk para orang tua jangan takut atau ragu lagi untuk percaya kepada legalitas HomeSchooling  karena pemerintah pun telah mengeluarkan Undang-undang untuk legalitas HomeSchooling ini.

Apa sajakah dampak positif dan negatif HomeSchooling ?

# Kebebasan dalam belajar artinya anak tidak merasa tertekan dengan tuntutan sistem pembelajaran di sekolah formal. anak dapat belajar sesuai dengan keinginan nya dia sendiri dan anak pun tidak selalu dibebani dengan berbagai tugas.


# Kebebasan emosional. Tekanan, kompetisi dan kebosanan merupakan bagian yang paling khas dari sekolah. Dengan HomeSchooling, pengaruh negatif ini dapat di hindari.


# Hubungan Keluarga semakin dekat. HomeSchooling berperan penting dalam meningkatkan hubungan antar semua anggota keluarga.


# Istirahat cukup. Tidur sangat penting bagi kesehatan emosional dan fisik anak, terutama anak berusia belasan tahun. Rutinitas bangun pagi pada sekolah umum terkadang membuat mereka merasa letih. Namun dengan HomeSchooling, mereka bisa mengatur jadwal tidur dengan baik.


Dampak Negatif :


# Bagi orang tua tunggal yang anaknya menjalani homeschooling, mungkin agak sulit untuk mengatur waktu. Karena kesibukan di kantor, seringkali Anda tak punya waktu untuk melibatkan dan berinteraksi dengan si kecil saat belajar. Padahal salah satu keberhasilan metode ini adalah dukungan dari orangtua.

# Bersama Anak selama 24 / 7. Tidak perlu disangkal jika Anda memilih homeschooling untuk anak-anak berarti Anda harus siap menghabiskan waktu dengan mereka lebih banyak. Bila orang tua tidak menikmati kebersamaan dengan anak, maka homeschooling bukanlah pilihan yang tepat.


# Biaya pendidikan yang mahal. Bagi orangtua yang baru saja membina karier, finansial adalah salah satu masalah yang dihadapi. Dapat dipastikan biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan home schooling lebih besar dibanding dengan pendidikan formil disekolah.


# Tidak ada kompetisi atau persaingan. Anak tidak bisa membaningkan sampai dimana kemampuannya dibanding anak-anak lain seusia dia. Selain itu anak belum tentu merasa cocok jika diajar oleh orang tua sendiri, apalagi jika memang mereka tidak punya pengalaman mengajar sebelumnya.


# Lingkup interaksi dengan teman sebaya dari berbagai status sosial terbatas. Padahal hal inilah yang dapat memberikan pengalaman berharga untuk belajar hidup di masyarakat. Seharusnya pada masa kanak-kanak hubungan dengan teman sebaya adalah suatu tahap dan masa  yang sangat penting.




HUBUNGAN HOMESCHOOLING dengan PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK


Menurut Sullivan, Pada masa kanak-kanak tumbuh kebutuhan akan kawan-kawan bermain, anak-anak sangat membutuhkan interaksi lingkungan sekitarnya. Pendidkan formal maupun non formalpun sangat mempengaruhi psikologis anak. anak akan membandingkan apa saja yang dia peroleh dari rumah maupun apa yang ia peroleh dari lingkungan luar. Pada sekolah, anak juga akan belajar entah itu hal-hal baru maupun kemampuan-kemampan baru yang belum ia pelajari di keluarga dan teman-teman bermain.  Disekolah anak tidak hanya belajar baca dan tulis tetapi anak juga belajar kemandirian, prestasi, kompetisi dll. Menurut beberapa ahli psikologi anak yang bersekolah formal dan anak yang HomeSchooling masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangan. Bila anak yang bersekolah formal umumnya memiliki kemampuan akademik yang sewajarnya anak usia itu dan mereka memilki kemampuan berinteraksi ang tinggi dengan lingkungan, namun pada anak HomeSchooling biasanya kemampuan akademiknya itu jauh lebih progesif dan lebih maju tetapi kemampuan ia bersosialisasi sangat rendah.


0 comments:

Post a Comment

 

Salsabila Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos