Apakah
itu HomeSchooling ???
Di
Indonesia homeschooling sudah ada sejak lama. Sedangkan pengertian
Homeschooling (HS) sendiri adalah model alternatif belajar selain di sekolah.
Tak ada sebuah definisi tunggal mengenai homeschooling. Selain homeschooling,
ada istilah “home education”, atau “home-based learning” yang digunakan untuk
maksud yang kurang lebih sama. Namun
sebenarnya Homeschooling adalah sebuah system pendidikan atau pembelajaran yang
diselenggarakan dirumah yang menempatkan anak-anak sebagai subjek dengan
pendekatan secara "at home"
Dengan pendekatan "at home" inilah anak-anak merasa nyaman
belajar karena merka dapat belajar apapun sesuai dengan keinginannya.
Apakah Homeschooling itu elegal???
Kebanyakan
dari orang tua sangat meragukan legalitas HomeSchooling. Mereka sangat takut
bila ijazah dari HomeSchooling tidak sah dimata hukum dan sekolah-sekolah pada
umumnya. Namun sekarang sudah ada Undang-undang yang dibuat pemerintah untuk
memberikan legalitas bagi HomeSchooling.
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional mengakomodasi homeschooling sebagai
salah satu alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Dalam
pelaksanannya, Homeschooling berada di bawah naungan Direktorat Pendidikan
Kesetaraan, Kementerian Pendidikan Nasional. Jadi untuk para orangtua jangan
takut atau ragu lagi untuk percaya kepada legalitas HomeSchooling
Siswa yang memilih pendidikan melalui
HomeSchooling akan memperoleh ijazah kesetaraan yang dikelaurkan oleh
Kementerian Pendidikan Nasional, yaitu :
a. Paket
A setara SD
b. Paket
B setara SMP
c. Paket
C setara SMU
Ijazah
ini dapat digunakan untuk meneruskan pendidikan ke sekolah formal yang lebih
tinggi bahkan ke luar negeri sekalipun.
Keberadaan
HomeSchooling Indonesia telah diatur dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pasal 27 ayat (10) yang berbunyi:
“Kegiatan
pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk
kegiatan belajar secara mandiri”
Apa
sajakah dampak positif dan negatif HomeSchooling ?
#
Kebebasan dalam belajar artinya anak tidak merasa tertekan dengan tuntutan
sistem pembelajaran di sekolah formal. anak dapat belajar sesuai dengan
keinginan nya dia sendiri dan anak pun tidak selalu dibebani dengan berbagai
tugas.
#
Kebebasan emosional. Tekanan, kompetisi dan kebosanan merupakan bagian yang
paling khas dari sekolah. Dengan HomeSchooling, pengaruh negatif ini dapat di
hindari.
# Hubungan
Keluarga semakin dekat. HomeSchooling berperan penting dalam meningkatkan
hubungan antar semua anggota keluarga.
# Istirahat
cukup. Tidur sangat penting bagi kesehatan emosional dan fisik anak, terutama
anak berusia belasan tahun. Rutinitas bangun pagi pada sekolah umum terkadang
membuat mereka merasa letih. Namun dengan HomeSchooling, mereka bisa mengatur
jadwal tidur dengan baik.
Dampak
Negatif :
#
Bagi orang tua tunggal yang anaknya menjalani homeschooling, mungkin agak sulit
untuk mengatur waktu. Karena kesibukan di kantor, seringkali Anda tak punya
waktu untuk melibatkan dan berinteraksi dengan si kecil saat belajar. Padahal
salah satu keberhasilan metode ini adalah dukungan dari orangtua.
#
Bersama Anak selama 24 / 7. Tidak perlu disangkal jika Anda memilih
homeschooling untuk anak-anak berarti Anda harus siap menghabiskan waktu dengan
mereka lebih banyak. Bila orang tua tidak menikmati kebersamaan dengan anak,
maka homeschooling bukanlah pilihan yang tepat.
#
Biaya pendidikan yang mahal. Bagi orangtua yang baru saja membina karier,
finansial adalah salah satu masalah yang dihadapi. Dapat dipastikan biaya yang
dikeluarkan untuk pendidikan home schooling lebih besar dibanding dengan
pendidikan formil disekolah.
#
Tidak ada kompetisi atau persaingan. Anak tidak bisa membaningkan sampai dimana
kemampuannya dibanding anak-anak lain seusia dia. Selain itu anak belum tentu
merasa cocok jika diajar oleh orang tua sendiri, apalagi jika memang mereka
tidak punya pengalaman mengajar sebelumnya.
#
Lingkup interaksi dengan teman sebaya dari berbagai status sosial terbatas.
Padahal hal inilah yang dapat memberikan pengalaman berharga untuk belajar
hidup di masyarakat. Seharusnya pada masa kanak-kanak hubungan dengan teman
sebaya adalah suatu tahap dan masa yang
sangat penting.
HUBUNGAN
HOMESCHOOLING dengan PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK
Menurut
Sullivan, Pada masa kanak-kanak tumbuh kebutuhan akan kawan-kawan bermain,
anak-anak sangat membutuhkan interaksi lingkungan sekitarnya. Pendidkan formal
maupun non formalpun sangat mempengaruhi psikologis anak. anak akan
membandingkan apa saja yang dia peroleh dari rumah maupun apa yang ia peroleh
dari lingkungan luar. Pada sekolah, anak juga akan belajar entah itu hal-hal
baru maupun kemampuan-kemampan baru yang belum ia pelajari di keluarga dan
teman-teman bermain. Disekolah anak
tidak hanya belajar baca dan tulis tetapi anak juga belajar kemandirian,
prestasi, kompetisi dll. Menurut beberapa ahli psikologi anak yang bersekolah
formal dan anak yang HomeSchooling masing-masing memiliki kelebihan maupun
kekurangan. Bila anak yang bersekolah formal umumnya memiliki kemampuan
akademik yang sewajarnya anak usia itu dan mereka memilki kemampuan
berinteraksi ang tinggi dengan lingkungan, namun pada anak HomeSchooling
biasanya kemampuan akademiknya itu jauh lebih progesif dan lebih maju tetapi
kemampuan ia bersosialisasi sangat rendah.



0 comments:
Post a Comment