Anak Marah? Wajar!!
Namanya juga anak kecil, terkadang mereka melakukan sesuatu
seenaknya sendiri sehingga membuat orang tua jengkel. Tapi jika anak melakukan
kesalahan, jangan sedikit-sedikit memarahinya.
"Kalau sering memarahi anak di usia tumbuh
kembang maka dampaknya bisa dua. Pertama bisa bikin anak pasif karena anak akan
memilih lebih baik diam daripada dimarahi. Kedua bisa bikin anak malah
melawan,"

ketimbang marah, orang tua seharusnya bertindak tegas dengan
mengatakan satu kalimat keras saat anak menunjukkan perilaku yang tidak sopan.
Misalnya: "Stop!" atau "Bahaya! Nanti kamu jatuh,".
"Bukan marah, tapi teguran yang membuat anak
berhenti melakukan perbuatan yang berbahaya. Kalau orang tua selalu lemah
lembut terus nanti anak jadi lembek,"
tapi nggak menganjurkan orang tua menghujani anaknya dengan kata-kata manis
bertaburan cinta. Karena lebih baik anak
diajari bagaimana mencintai melalui perbuatan dan bukan melalui kata-kata
manis.
"Kalau sering memarahi anak di usia tumbuh kembang maka dampaknya bisa dua. Pertama bisa bikin anak pasif karena anak akan memilih lebih baik diam daripada dimarahi. Kedua bisa bikin anak malah melawan,"

ketimbang marah, orang tua seharusnya bertindak tegas dengan mengatakan satu kalimat keras saat anak menunjukkan perilaku yang tidak sopan. Misalnya: "Stop!" atau "Bahaya! Nanti kamu jatuh,".
"Bukan marah, tapi teguran yang membuat anak berhenti melakukan perbuatan yang berbahaya. Kalau orang tua selalu lemah lembut terus nanti anak jadi lembek,"
tapi nggak menganjurkan orang tua menghujani anaknya dengan kata-kata manis bertaburan cinta. Karena lebih baik anak diajari bagaimana mencintai melalui perbuatan dan bukan melalui kata-kata manis.



0 comments:
Post a Comment